Menjaga Kekhusyukan Ramadhan: Ikhtiar Sat Samapta Polres Batu Bara Menangkal Kriminalitas di Balik Saf Shalat Tarawih
Di tengah temaram lampu jalan dan gema suara tadarus yang bersahutan, deru mesin sepeda motor patroli Satuan Samapta Polres Batu Bara membelah keheningan malam di lintas kabupaten. Senin (16/3/2026) malam, saat ribuan umat Muslim di Kabupaten Batu Bara menunaikan ibadah shalat tarawih, puluhan personel kepolisian justru bersiaga di depan gerbang-gerbang masjid.
​Langkah ini bukan sekadar rutinitas. Pengamanan ketat yang dilakukan Polres Batu Bara merupakan bagian dari strategi nasional untuk memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Fokus utamanya jelas: menekan ruang gerak pelaku kejahatan 3C (Pencurian dengan Kekerasan, Pencurian dengan Pemberatan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor).

​Dipimpin oleh personel senior AIPDA B. Nababan bersama BRIPKA Josven Marbun, BRIGADIR R.A. Barimbing, dan jajaran bintara muda lainnya, patroli ini menyisir lima titik sentral ibadah di wilayah hukum Polres Batu Bara. Mulai dari Masjid Syuhada di Desa Suka Raja hingga Masjid Jamik di Desa Tanah Merah, kehadiran Korps Bhayangkara ini menjadi “pagar hidup” bagi warga yang tengah bersujud.
​”Kami ingin memastikan bahwa setiap dahi yang menyentuh sajadah malam ini tidak perlu merasa cemas akan keamanan kendaraan di parkiran atau gangguan keamanan lainnya,” ujar salah satu petugas di sela penjagaan di depan Masjid Taqwa, Kelurahan Indrapura.
​Adapun lokasi yang menjadi fokus pengamanan malam itu meliputi:
- ​Masjid Syuhada (Desa Suka Raja, Kec. Air Putih)
- ​Masjid Al Arifin Al Istiqomah (Desa Tanjung Gading)
- ​Masjid Taqwa (Kelurahan Indrapura)
- ​Masjid Nurul Salam (Kelurahan Indra Sakti)
- ​Masjid Jamik (Desa Tanah Merah, Kec. Air Putih)

​Selain berjaga secara fisik, personel Sat Samapta juga aktif melakukan pendekatan persuasif kepada jamaah. Mereka mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap tren peningkatan angka kriminalitas yang biasanya melonjak di bulan Ramadhan.
​Polres Batu Bara juga menekankan pentingnya respons cepat melalui saluran komunikasi modern. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan potensi gangguan Kamtibmas melalui Call Center 110. Sinergi antara kewaspadaan warga dan kesiapsiagaan polisi dianggap sebagai kunci utama terciptanya kondusivitas wilayah.

​Hingga pelaksanaan shalat tarawih berakhir dan jamaah mulai membubarkan diri, situasi di seluruh titik pantauan dilaporkan aman dan terkendali. Tidak ada insiden menonjol yang mengganggu jalannya ibadah.
​Komitmen Polres Batu Bara dalam mengawal ibadah Ramadhan ini menjadi cerminan bahwa keamanan adalah fondasi utama bagi masyarakat untuk menjalankan kewajiban spiritualnya dengan tenang. Di bawah pengawasan ketat personel Sat Samapta, malam di Batu Bara tetap terjaga dalam balutan harmoni dan ketertiban. (Boys-3)


