Tulisan aksara kaganga di Bambu dan Tanduk kerbau di desa Pengabuan Warisan Budaya, Perlu perhatian khusus.
PALI//Sergap24jam.com.
Desa Pengabuan Timur kecamatan Abab, kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL) menyimpan jejak sejarah literasi masyarakat Sumatera Selatan peninggalan aksara Kaganga yang hingga kini masih terjaga oleh masyarakat setempat.
Peninggalan tersebut berupa satu tulisan batang yang ditulis di bambu dan yang ditulis di tanduk kerbau bertuliskan aksara Kaganga atau dikenal juga sebagai Surat Ulu. 2 Benda-benda ini diyakini berasal dari masa lampau
Secara ilmiah, ciri-ciri tulisan pada 2 Benda tersebut menunjukkan ciri ciri khas dengan naskah Kaganga yang ditemukan di berbagai wilayah Sumatera Selatan. Tulisan karakter khas aksara Ulu
Keberadaan peninggalan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Pengabuan pada masa lalu telah memiliki tradisi literasi yang berkembang dalam lingkungan adat. Namun hingga saat ini, isi tulisan tersebut belum dapat diartikan apa isi dari tulisan ini, sejarah apa dan cerita apa dari 2 peninggalan ini. Benda tersebut tidak hanya menjadi artefak budaya, tetapi juga simbol identitas sejarah, yang perlu perhatian.
Tulisan aksara ini merupakan turunan dari aksara Pallawa yang masuk ke Nusantara sekitar abad ke-7, seiring dengan berkembangnya Kerajaan Sriwijaya. Berdasarkan penelitian Balai Arkeologi Sumatera Selatan, aksara Kaganga digunakan secara luas pada abad ke-14 hingga ke-18 untuk berbagai keperluan, seperti penulisan hukum adat, silsilah, mantra, serta pengetahuan tradisional.
Peninggalan ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) serta ada peneliti untuk ditindaklanjuti oleh dinas terkait lebih lanjut, untuk menyelamatkan 2 Benda ini dan ditetapkan sebagai cagar budaya lokal yang perlu dilestarikan.
(Rado, L /Tiem)


