ASPRUMNAS: Krisis Material Konstruksi Ancam Target 350 Ribu Rumah 2026, Desak Pemprovsu dan Pelabuhan Bertindak Tegas
UNTUK DITERBITKAN SEGERA
SIARAN PERS
MEDAN, 12 Juni 2026 –// Sergap 24jam.com – Asosiasi Pengembang Rumah Nasional (ASPRUMNAS) merespons krisis distribusi dan ketidakstabilan harga semen yang melanda berbagai wilayah Indonesia. Jika tidak ditangani komprehensif, kelangkaan ini berpotensi memicu efek domino dan melumpuhkan sektor perumahan nasional.
Ketua Umum DPP ASPRUMNAS, M. Syawali Pratama, S.E., M.M., menegaskan langkah cepat dan taktis harus diambil semua pihak. Target pemerintah 350.000 unit akad rumah tahun 2026 akan terancam bila stabilitas material konstruksi tidak dijaga.
ASPRUMNAS menyampaikan lima sikap dan desakan:
1. Penertiban Distribusi dan Imbauan Tegas kepada Gubernur Sumatera Utara
ASPRUMNAS mengajak seluruh mata rantai distribusi bekerja sesuai kaidah. Secara khusus, kami mengimbau Pemprovsu dan Gubernur Sumatera Utara segera turun tangan menetralisir keadaan di lapangan.
“Pemprovsu beserta jajaran harus proaktif dan tegas mencegah penimbunan material oleh oknum yang mencari keuntungan di tengah krisis. Ketegasan pemerintah daerah mutlak dibutuhkan untuk memastikan kelancaran dan menyelamatkan program perumahan MBR. Langkah ini harus tegak lurus dengan arahan Bapak Presiden,” tegas M. Syawali Pratama.
2. Desakan Stimulan Ekonomi dan Intervensi Pemerintah Pusat
Ketidakstabilan harga tidak hanya di Sumatera Utara, tetapi merata hingga Pulau Jawa dan seluruh Indonesia. Salah satu pemicu utama adalah penguatan dolar AS yang mendominasi transaksi internasional. ASPRUMNAS berharap pemerintah segera memberikan stimulan, minimal berupa kelonggaran transaksi dan distribusi semen. Isu ini menjadi agenda prioritas dalam diskusi lanjutan bersama Menteri PKP.
3. Optimalisasi Layanan Pelabuhan dan Logistik Semen
Pelabuhan memegang peran krusial sebagai pintu gerbang logistik material konstruksi. ASPRUMNAS mendesak otoritas pelabuhan, termasuk Pelindo dan KSOP, memberikan prioritas sandar dan percepatan bongkar muat bagi kapal pengangkut semen.
“Keterlambatan operasional di pelabuhan menciptakan efek domino: kelangkaan di distributor, kepanikan pasar, dan lonjakan harga. Semen adalah komoditas strategis. Menghambat logistiknya sama artinya melumpuhkan denyut nadi pembangunan perumahan,” jelas M. Syawali.
4. Ancaman Kritis Krisis Material Konstruksi Nasional
Krisis saat ini adalah peringatan dini. ASPRUMNAS memproyeksikan krisis material berpotensi melanda masif dan berskala nasional. Ke depan, ancaman kelangkaan dan instabilitas harga tidak hanya pada semen, tetapi merambat ke kabel listrik, keramik, koral/split, pasir, hingga besi. Jika dibiarkan, pembangunan perumahan nasional akan terhambat.
5. Imbauan Konservatif bagi Pengembang dan Komitmen Standarisasi
Menghadapi kesulitan bersama, ASPRUMNAS mengimbau pengembang, khususnya di Medan dan sekitarnya, lebih hati-hati dan konservatif dalam membangun, serta memprioritaskan captive market.
Di tengah krisis harga dan pasokan, kualitas bangunan tidak boleh dikorbankan. ASPRUMNAS berkomitmen mengakar pada standarisasi perumahan. Penggunaan material seperti besi wajib SNI dan mematuhi arahan Kementerian PU serta Kementerian PKP.
“Walau harga material tidak stabil, developer harus konsisten membangun rumah berkualitas. Rumah tidak boleh retak atau runtuh hanya karena penghematan material paksa akibat krisis,” tutup M. Syawali Pratama.
TENTANG ASPRUMNAS
ASPRUMNAS terus berjuang memberikan masukan dan solusi strategis bagi ekosistem perumahan Indonesia, guna memastikan penyediaan hunian layak, aman, dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Jurnalis: Martin Sembiring. MT.


