MEMBUATKU KEHILANGAN


Pakpak Bharat” sergap 24jam com” Kepergian Naman Petrus Berasa (NPB) warga Lau Salak, Desa Lau Sireme, Tigalingga, Kab. Dairi dinilai tidak wajar keluarga korban. Mayat korban ditemukan disungai Lau Gunung, Tanah Pinem setelah lima hari dijemput temannya inisial HT.  Janggal karena hingga kini HT masih terus berkeliaran. Keluarga korban menyampaikan persoalan ini ke Istana Presiden RI melalui kerabatnya yang bertugas di Paspampres.
Keluarga korban JB menuturkan disamping mengadukan ke istana melalui PWI ( Persatuan Wartawan Indonesia) yang kebetulan masih ada hubungan saudara telah menyampaikan permasalahan itu. “ yang pasti ini sudah atensi polri dan diteruskan ke Kapoldasu untuk membuka kasus ini secara terang benderang” ujarnya.
Keluarga Korban dan Macab Laskar Merah Putih Dairi di TKP yang disebut dimana korban melompat ke jurang
Perkembangan terkini atas kasus “menantang logika” ini terus bergulir sabtu (28/3/2026) keluarga korban sekitar 20 an orang bersama Macab Laskar Merah Putih Kab. Dairi melihat TKP yang disebut sebut dimana korban melompat ke jurang.
sangat tidak masuk akal korban ditemukan hanyut disungai. Jurang sedalam 25 meter sementara arus Sungai ke pinggiran Sungai penuh pasir dan batu  itu ada 20 meter. Jurang landai kemiringan 45 derajat. Kami coba gulingkan batu dari atas saja tidak sampai ke bawah. Artina dari segi logika ini melecehkan logika sehat” sebut keluarga korban kepada media ini sergap 24jam com, (29/3/2026)
Masih keterangan keluarga korban kalau diTKP ( dinding jurang) ditemukan sarung pisau dan besi tromol kendaraan roda empat. “melihat kondisi rahang korban yang patah dan sejumlah luka memar kami yakin benda ini berhubungan dengan kematian korban. Barang bukti itu tidak kami ganggu namun kami abadikan dengan foto dan video .Di TKP tidak ada tanda tanda seperti rerumputan rusak.  tambahnya.
Keluarga korban menyampaikan melihat kondisi korban sebelum outopsi di RSU Salak sangat tidak wajar. bola mata kiri hilang, rahang remuk, lebam pada pergelangan tangan , lebam pada kaki ,memar sekujur pinggang mengidentikkan ada penganiayaan sebelum korban menghembuskan nafas terakhir. “ Ini biadap dan semakin miris kepada kami seakan keadilan itu tidak ada.

(Smbeak lebuhna / Jokerta Tgr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *