Negara Harus Hadir,Overfishing dan Ancaman Penurunan Populasi Ikan di Kabupaten Batu Bara
Kab.Batu Bara//Sergap24jam.com.
Overfishing telah menjadi masalah
utama selama berpuluh-puluh tahun di Kabupaten Batu bara Provinsi Sumatera Utara. Beberapa spesies ikan dan mamalia laut telah punah atau hampir punah karena penangkapan ikan secara berlebihan, merupakan ancaman serius bagi kelestarian sumber daya ikan dan ekosistem laut. Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah ikan yang ditangkap telah melebihi tingkat populasi alaminya, yang mengakibatkan penurunan penghasilan ikan di Kabupaten Batu bara.
Jika tidak ditangani dengan tepat.
Bagaimana mungkin Laut Masa Depan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 bisa terwujud…?
Dan bagaimana mungkin Masyarakat nelayan bisa Sejahtera…?
Penyebab Overfishing
Faktor yang dapat menyebabkan overfishing, yaitu:
- Penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.
Alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dapat menangkap ikan secara tidak selektif, termasuk spesies yang bukan target (bycatch) dan spesies berukuran kecil. - Penangkapan ikan yang berlebihan dan di luar musim.
Tangkapan ikan berlebihan dapat mengakibatkan penurunan populasi ikan secara drastis. Sementara itu, penangkapan ikan di luar musim dapat mengganggu proses pemijahan dan pertumbuhan ikan.
Daerah penangkapan ikan yang tidak terlindungi.
Daerah yang tidak terlindungi rentan terhadap praktik penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab karena tidak ada pengawasan dalam penangkapan.
Dampak Overfishing
Dampak overfishing terhadap spesies ikan konsumsi sangatlah besar. Jika terus berlanjut, populasi ikan dapat menurun hingga 90%. Hal ini akan mengakibatkan gangguan keseimbangan rantai makanan dalam ekosistem laut. Hasil tangkapan nelayan juga akan semakin sedikit, sehingga pendapatan nelayan pun akan menurun.
Dalam jangka panjang, overfishing memiliki dampak bagi generasi mendatang. Salah satu dampaknya adalah hilangnya sumber protein ikan, yang berpengaruh negatif terhadap kesehatan dan gizi anak-anak. Ikan merupakan sumber protein yang terjangkau dan mudah didapat, sehingga sangat penting bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Tidak hanya itu, overfishing juga berdampak pada ekosistem laut secara keseluruhan. Kerusakan terumbu karang akibat overfishing dapat mengurangi keanekaragaman hayati laut dan hilangnya habitat bagi spesies laut.
Rusaknya Ekosistem Laut
Overfishing atau Penangkapan ikan yang berlebihan memiliki efek domino pada aspek lain dari keberlangsungan kelestarian laut di Kabupaten Batu bara. Penangkapan ikan yang berlebihan telah menyebabkan kerusakan ekosistem laut. Armada penangkap ikan komersial berjuang untuk memenuhi permintaan suplai ikan, meskipun mereka tidak memiliki cukup ikan di rute (Fishing ground) yang biasa mereka lalui yang menanggung beban eksploitasi yang berat.
Jadi untuk memenuhi kebutuhan ini, upaya penangkapan ikan melebihi batas lestari (Maximum Sustainable Yield) memberikan gangguan keseimbangan ekosistem. Penangkapan ikan berlebihan telah menciptakan kekosongan dalam rantai makanan yang mempengaruhi populasi ikan lainnya. Terumbu karang dan habitat alami lainnya juga terpengaruh oleh kurangnya ikan, karena banyak yang bergantung pada spesies ikan herbivora pemakan ganggang untuk menjaganya agar tetap bersih dan sehat.
Ancaman Kepunahan dampak Bycatch
Bycatch adalah bagian dari hasil tangkapan yang bukan merupakan tangkapan utama. Maka dapat dikatakan bahwa bycatch merupakan hasil tangkapan yang tidak disengaja, umumnya disebabkan oleh alat tangkap ikan yang tidak selektif, misalnya Trawl.
Kapal trawl merupakan kapal penangkap ikan yang menggunakan alat tangkap trawl atau biasa disebut pukat harimau/pukat tarik. Trawl merupakan jaring berbentuk kerucut yang terbuat dari dua, empat atau lebih panel yang ditarik oleh satu atau dua kapal di dasar atau di tengah laut. Dalam praktek penggunaannya, trawl di seret melewati dasar laut sebagai upaya penangkapan ikan. Alat ini banyak digunakan karena dapat menghasilkan tangkapan ikan dengan jumlah besar sekaligus.
Alat penangkapan ini sudah dilarang karena dianggap tidak efektif dan di yakini dapat merusak keanekaragaman hayati bawah laut. Masalah terbesar dalam penggunaan pukat trawl(tarik/harimau),pukat Gerandong ikan,pukat Tank kerang adalah proses penangkapan ikan yang tidak selektif. Saat jaring pukat tarik melintasi dasar laut, maka segala sesuatu yang kebetulan menghalangi akan ikut tersapu juga. Ini berdampak pada banyak tertangkapnya spesies non target atau biasa disebut tangkapan sampingan (bycatch)
Banyak hewan yang dilindungi menjadi bycatch dalam kegiatan perikanan, termasuk penyu, lumba-lumba, hiu, burung laut, dan sebagainya. Selain hewan yang dilindungi, ikan juvenil (masih kecil/berukuran kecil/belum dewasa) pun sering menjadi bycatch. Penangkapan yang berlebihan pada juvenil ikan dapat mengakibatkan turunnya stok ikan di masa yang akan datang, karena sudah berkurangnya juvenil, yang nantinya akan menjadi ikan dewasa, di laut. Bycatch menjadi salah satu ancaman kepada sumberdaya laut.
Negara Harus Hadir Mencegah Overfishing
Jika Negara tidak segera hadir dan tidak peduli terhadap keberlanjutan sumber daya laut dan tidak turut berperan aktif dalam mencegah Overfishing,Bagaimana mungkin Laut Masa Depan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 bisa terwujud…? Dan bagaimana mungkin Masyarakat nelayan bisa Sejahtera…?
Kesimpulan
Untuk mengatasi masalah overfishing, Pemerintah harus hadir dan perlu adanya kerjasama komitmen dari pemerintah, industri perikanan, dan masyarakat. Pemerintah perlu membuat regulasi dan peraturan yang ketat untuk mengatur penangkapan ikan, melakukan pengawasan maksimal, mendorong pemberdayaan nelayan dan pelaku usaha perikanan, dan memastikan bahwa industri perikanan mematuhi standar yang baik. Sementara itu, pelaku usaha perikanan perlu menggunakan teknik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan memastikan bahwa pengelolaan sumber daya laut tidak terlalu mempengaruhi ekosistem laut.
Selanjutnya, Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan ekosistem laut dan mendukung upaya penanggulangan overfishing, demi mempertahankan populasi ikan agar tidak mengalami penurunan.
Dengan bersama-sama melakukan tindakan nyata untuk mengatasi masalah overfishing di Kabupaten Batu bara Provinsi Sumatera Utara pada khususnya dan di Indonesia umumnya, dapat memastikan bahwa sumber daya laut dan ekosistem laut tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.(Penulis, Sumber berita : Amri Lubis)


