Plaza Kerukunan IKN: Bukti IKN Tolak Liberal-Sekuler, Jaga Keseimbangan Teknologi & Jiwa

PENAJAM PASER UTARA, 17 April 2026// Sergap 24jam.com – Ibu Kota Nusantara terus menegaskan identitasnya bukan hanya sebagai smart city masa depan, tapi juga peradaban yang berakar spiritual. Bukti paling nyata ada di Plaza Kerukunan, pusat Kawasan Peribadatan IKN yang menghimpun 6 agama resmi Indonesia dalam satu ekosistem setara.

Komitmen ideologis itu kembali menguat. Setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau kawasan Basilika dan Plaza Kerukunan, Wakil Presiden RI juga melakukan kunjungan kerja ke lokasi yang sama. Kunjungan keduanya menjadi penegasan: pembangunan IKN harus linear antara kemajuan material dengan kematangan moral dan spiritualitas bangsa.

“Kita tidak ingin IKN jadi kota tanpa jiwa. Plaza Kerukunan ini bukti Indonesia menolak liberalisme dan sekularisme. Modern boleh, tapi nilai Ketuhanan tetap jadi fondasi,” ujar Wakil Presiden RI saat meninjau lokasi.

Senada, Prof. Dr. KH. Ahmad Sahal, Ketua Dewan Pakar FKUB Kalimantan Timur yang mendampingi peninjauan menegaskan: “Plaza ini adalah benteng ideologi. Di tengah gempuran paham radikal dan liberal, IKN hadir sebagai jawaban. Menjadi maju tidak berarti menanggalkan agama.

Menghimpun Agama, Melebur Sekat
Plaza Kerukunan dirancang bukan sebagai pemanis kota. Maknanya dalam:

  1. Benteng dari Radikalisme & Liberalisme Sekuler – Menjaga nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tetap hidup di pusat pemerintahan baru.
  2. Pelebur Ego Kelompok – Bagi generasi muda, plaza ini ruang pembuktian bahwa perbedaan iman bukan pemisah, tapi kekuatan persatuan.
  3. Hub Dialog Lintas Iman – Tokoh agama, pemuda, dan masyarakat bertemu di sini. Toleransi naik kelas dari jargon jadi praktik harian.

6 Rumah Ibadah Berdampingan Tanpa Sekat
Mengelilingi plaza: Masjid Negara dengan arsitektur modern-kearifan lokal, Basilika Katolik & Gereja Protestan yang melambangkan damai, Pura Hindu untuk harmoni alam-manusia-Tuhan, Vihara Buddha sebagai simbol ketenangan, dan Klenteng Khonghucu yang memperkaya khazanah budaya Nusantara.

Saat dunia masih dirundung konflik SARA akibat sekularisme ekstrem, Indonesia lewat IKN menampilkan wajah teduh dan inklusif. Penataan fisik Plaza Kerukunan adalah aktualisasi Pancasila yang murni.

Pesan dari jantung Kalimantan Timur ini jelas: IKN boleh melesat ke era digital, tapi hatinya tetap tertambat pada kedamaian hidup bersama yang berketuhanan. Inilah keseimbangan teknologi dan jiwa—kiblat baru toleransi untuk dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *