Sokong Ketahanan Pangan, Polres Batu Bara Pasok 92 Ton Jagung ke Bulog Asahan

Kepolisian Resor (Polres) Batu Bara mempertegas perannya dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Melalui program pembinaan kelompok tani, institusi kepolisian di Sumatera Utara ini berhasil menyalurkan puluhan ton jagung hasil panen rakyat langsung ke Gudang Bulog Asahan.

​Langkah ini diambil untuk memastikan mata rantai distribusi pangan tetap terjaga sekaligus melindungi petani dari fluktuasi harga pasar yang kerap merugikan produsen tingkat bawah.

​Pada Senin, 16 Maret 2026, iring-iringan truk pengangkut jagung tiba di Gudang Bulog Asahan tepat pukul 11.00 WIB. Pendistribusian kali ini membawa 6 ton jagung pipil hasil panen terbaru. Menariknya, komoditas yang dikirim memiliki standar kualitas yang mumpuni dengan kadar air hanya 13,4 persen.

​Proses bongkar muat dan serah terima ini didampingi langsung oleh personel Bagian Logistik (Baglog) Polres Batu Bara, Aiptu Joko. “Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memastikan seluruh proses administrasi dan teknis pengiriman berjalan lancar tanpa kendala,” tulis keterangan resmi dari Humas Polres Batu Bara.

​Secara kumulatif, kontribusi Polres Batu Bara dan jajaran Polsek di bawahnya telah menunjukkan angka yang signifikan sepanjang awal tahun 2026. Hingga pertengahan Maret ini, total jagung yang telah terserap oleh Bulog Asahan mencapai 92,414 ton.

​Data internal kepolisian menunjukkan bahwa distribusi ini merupakan hasil kolektif dari berbagai wilayah binaan. Berikut adalah rincian capaian distribusi jagung per 16 Maret 2026:

  • ​Mako Polres Batu Bara: 50,044 Ton
  • ​Polsek Indrapura: 19,963 Ton
  • ​Polsek Lima Puluh: 11,698 Ton
  • ​Polsek Medang Deras: 5,570 Ton
  • ​Polsek Labuhan Ruku: 5,139 Ton

​Keterlibatan Polri dalam sektor pertanian ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bagian dari misi strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kabag Log Polres Batu Bara, Kompol D. Harahap, menyatakan bahwa skema penjualan langsung ke Bulog adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

​”Kegiatan penjualan jagung hasil panen dari petani ini merupakan program pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di sekitar wilayah hukum kami,” ujar Kompol D. Harahap.

​Dengan serapan langsung oleh Bulog, petani binaan Polres Batu Bara kini memiliki kepastian harga (price certainty) dan akses pasar yang lebih sehat. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut guna memperkuat kedaulatan pangan di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Batu Bara.

​

SUMBER: KASI HUMAS POLRES BATU BARA

Jurnalis : Boys-3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *