ZIARAH MUHARAM KE MAKAM DATUK JULUNG, ALIANSI GERAKAN MASYARAKAT BINTAN UTARA KUKUHKAN SILATURAHMI LINTAS LEMBAGA DAN PEMERINTAH
Bintan // Sergap 24jam.com – Bulan Muharam menjadi momentum ziarah bersama Aliansi Gerakan Masyarakat Bintan Bagian Utara ke Makam Datuk Julung, yang dikenal masyarakat sebagai “Makam Panjang” di Desa Rekoh, Kecamatan Teluk Bintan. Kegiatan yang digelar Selasa (16/6/2026) ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga ruang silaturahmi lintas lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat.
Ziarah dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu Bintan Utara Tok Harun, Ketua Panitia Hasan Said sekaligus Ketua RT setempat, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, Camat Teluk Bintan, Kapolsek yang diwakili Babin Kamtibmas, serta Kepala Desa Rekoh. Kehadiran unsur pemerintah dan keamanan menegaskan dukungan penuh terhadap pelestarian situs sejarah Melayu di Bintan.
Pemerintah Dorong Pelestarian Situs Leluhur
Acara dibuka dengan sambutan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan. Ia menekankan makam leluhur sebagai aset budaya dan wisata religi yang harus dijaga agar tidak tergerus zaman.


Ini bukan sekadar makam. Ini jejak peradaban Melayu di Pulau Bintan. Pemerintah siap bersinergi dengan LAM dan Aliansi untuk merawat, menata, dan mengenalkan ke publik secara santun,” ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata.
Menurutnya, kegiatan ziarah Muharam memperkuat persatuan warga desa dan menanamkan rasa hormat kepada leluhur. Ia mendorong kolaborasi pelestarian cagar budaya antara pemerintah daerah dengan komunitas adat dan masyarakat.
Doa Bersama dan Warisan Nilai
Prosesi inti ziarah dipimpin pembacaan doa oleh pak Azahar. Doa bersama dipanjatkan untuk arwah Datuk Julung, keselamatan bangsa, dan kesejahteraan masyarakat Bintan.
Ketua Panitia Hasan Said mengatakan kegiatan berjalan lancar berkat gotong royong warga dan dukungan semua pihak. “Ziarah ini bentuk bakti kita pada sejarah. Kami akan terus konsisten merawat situs-situs leluhur,” ujarnya.
Ia berpesan agar nilai-nilai yang diwariskan Datuk Julung terus dihidupkan generasi sekarang: jujur, amanah, dan cinta tanah Melayu.
Makna Historis Datuk Julung
Di sela kegiatan, keturunan kelima Datuk Julung, Pak Johan, menjelaskan sama media, silsilah dan tradisi ziarah. Datuk Julung adalah adik kandung Datuk Panaung. Makam Datuk Panaung berada di depan, di jalan masuk pertama belok kanan.
Biasanya jika 1 Muharam itu di Datuk Panaung, dan 10 Muharam baru di sini Datuk Julung. Prosesi ini dimulai sejak tahun 2005, lebih tepatnya 21 tahun yang lalu,tutup Pak Johan.
Ramah Tamah Tutup Acara

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah. Warga Desa Rekoh menyajikan hidangan lokal termasuk membuka buah durian yang kebetulan sekarang sedang musim durian, sebagai bentuk syukur dan mempererat kekeluargaan antara tamu, pemerintah, dan tuan rumah. Suasana kekeluargaan itu menegaskan bahwa ziarah Muharam bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menguatkan ikatan sosial masa kini.
Aliansi Gerakan Masyarakat Bintan Bagian Utara menegaskan komitmennya mengawal pelestarian situs sejarah bersama pemerintah. “Selama marwah Melayu dijaga, jati diri Bintan tidak akan hilang,” tegas ketua aliansi Syamsuddin AT/ HAM.K


