Jalan Pulo Padang Sinunukan Rusak Parah ,,Harapkan PemPropsu di mohon segera perbaikan,,
sergap24jam.com//Madina- Sumut,Warga Dan Pengguna Jalan Diwilayah Pulo Padang.Lingga Bayu,Mandailing Natal Mengeluhkan Kondisi Kerusakan Ruas Jalan Provinsi Yang Menghubungkan Pulo Padang – Sinunukan Jalan Sepanjang Kurang Lebih 15 Kilometer Tersebut Kini Dalam Kondisi Rusak Parah dan bisa dilihat Minim Perhatian Dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara,dan apa mungkin juga tidak ada perhatian pihak Pemda Madina melakukan laporan stuasi ruas jala itu yang sangat meresahkan para pengguna jalan.
Kondisi badan jalan itu saat ini dipenuhi Lubang- lubang besar dan dalam Dan Menyerupai Kubangan Air Baik Musim Hujan Maupun Musim Kemarau.
Kerusakan Ini Tidak Hanya Membahayakan Keselamatan Para Penguna jalan yang Melintas, Tetapi Juga Menghambat Mobilitas Ekonomi Warga Sehari-Hari,sehingga memperlambat perekonomian rakyat .
Warga Sinunukan Dan Lingga Bayu Beserta Para Tokoh Masyarakat Dan Seluruh Pengguna, sangat mengeluhkan jalan ini.
Jalan Ini Sudah Beberapa lana Rusak Parah Dan Seperti Tidak Ada Perhatian Sama Sekali Dari Pemerintah. Banyak Pengendara Motor Yang Jatuh, Terutama Ibu-Ibu Dan Anak Sekolah ” Ujar Mereka,yang tak mau disebut identitasnya.
Dimana selain Mengancam Keselamatan, Buruknya Infrastruktur Jalan Ini Juga Berdampak Langsung Pada Sektor Ekonomi. Warga Pantai Barat Madina Khususnya Mengeluhkan Biaya Operasional Kendaraan Yang Membengkak Serta Lamanya Waktu Tempuh Untuk Mengangkut Hasil Bumi Dan Kebutuhan Pokok Dari Daerah .
Merujuk Pada Kewenangan Pengelolaan Jalan, Masyarakat Mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Atau Dinas Bina Marga Dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara ( Sumut )Untuk Segera Turun Tangan melihat langsung dan Melakukan Perbaikan.
Warga Menilai Langkah Penanganan Cepat (Darurat) Seperti Pengurukan Atau Penambalan Dan Permbuatan Parid Aliran Buangan Sangat Mendesak Dilakukan Sebelum Berlanjut Pada Perbaikan Total,
Jika Kerusakan Ini Terus Dibiarkan, Warga Mengancam Akan Melakukan Aksi Protes Lanjutan Sebagai Bentuk Kekecewaan Terhadap Lambatnya Respons Pemerintah.
Masyarakat Berharap Pemerintah Provinsi Tidak Tutup Mata Terhadap Kondisi Infrastruktur Di Daerah Penyangga Dan Segera Mengalokasikan Anggaran Perbaikan Dalam Waktu Dekat.
( H.Harahap).


