JANGAN KAU ABAIKAN PESAN ABANGMU

Kelasen Parlilitan “sergap 24jsm com” Burung Pamal, Burung Migran ‘Ajaib’

Parlilitan adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara. Kecamatan ini kaya akan cerita sejarah. Di sinilah Raja Sisingamangaraja XII wafat ditembak tentara Belanda

Selain cerita sejarah, disini juga ada burung musiman dan unik yaitu tentang gerombolan burung “musiman” yang dikenal dengan nama burung, lempistik & Pamal. Dan markas besarnya berada di Daerah pegunungan, atau di seputaran desa Sion Se Kecamatan Parlilitan.

Menurut cerita yang di yakini masyarakat setempat, burung ini adalah burung kiriman Simbuyak-mbuyak. Simbuyak-mbuyak adalah tokoh mistis dan sakti. Secara fisik sosoknya dideskripsikan tidak memiliki tulang belakang dan sampai akhir hayatnya tidak menikah. Dia adalah seorang pengelana yang berpergian untuk menguji kesaktiannya.

Karena perawakannya itulah sejumlah sumber menyebut Simbuyak-mbuyak adalah nama lain dari Raja Biak-biak atau yang lebih populer dikenal Raja Uti. Raja Uti adalah anak sulung Guru Tatea Bulan (anak dari Tuan Nahoda raja) yang sangat dihormati masyarakat Batak.

Kepala Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan mengisahkan sebuah cerita,

Suatu ketika Simbuyak-mbuyak pergi merantau ke Manduamas. Dia meninggalkan pesan kepada saudara-saudaranya, Tinambunan, Tumangger, Maharaja, Turutan, Pinayungan dan Anak Ampun, agar ternak dan tanaman yang mereka usahakan jangan dulu dipanen sebelum ia pulang.

Aktivitas adek2/ saudaranya yang ke enam, setiap hari kerja, hanya mencari minyak KEBURUN (MINYAK KAYU KAPUR), dan mereka sudah mempunyai hutang banyak ke pada tokeh, di karenakan setiap berengkat ke hutan untuk mencari minyak, selalu minta pinjaman dari tokeh.

Di suatu saat datang lah si mbuayak mbuyak, menunjukkan sepokok kayu kapur yang mempunyai Minak yang sangat banyak, dan dari situlah diantara adek2 simbuyak mbuyak, tumbuh rasa kesombongan tidak ingat lagi apa pesan abangnya si mbuyak mbuyak, dari situ lah, si mbuyak mbuyak pergi mranto, sampai sekarang.( Jokerta Tgr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *