Ketua DPC PJI-Demokrasi Kabupaten Batu Bara Cemas Dampak Maling Bobol Rumah Warga

Batu Bara // Sergap24jam
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Jurnalis Indonesia-Demokrasi (DPC PJI-D) Kabupaten Batu Bara menilai sangat prihatin dan mencemaskan dari dampak maling atas perbuatan kejahatan pencurian dilingkungan perumahan warga.

Kejadian ini terjadi pembobolan pencurian yang menimpa di rumah ketua DPC PJI-Demokrasi Batu Bara, Mariati. AB Spd. Peristiwa tersebut terjadi pada Jum’at malam bekisar Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, di Dusun Kelembis Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (28/02/2026).

Tempat kejadian pembobolan pencurian dilingkungan rumah warga tepat di depan Rumah Sakit Bidadari, menjadi perbincangan hangat di masyarakat setelah viral di berbagai platform media sosial.

Kronologi pencurian kehilangan tabung gas elpiji yang terjadi, pertama kali diketahui oleh putrinya, Nada Suci Ananda (20 tahun), disaat hendak memasak makanan untuk sahur di sekitar pukul 03.00 WIB. Saat mencoba menyalakan kompor, ia menemukan alat masak tersebut tidak dapat menyala. Setelah diperiksa lebih lanjut, tabung gas yang seharusnya terpasang sudah tidak ada di tempatnya.

“Saat itu saya hendak memasak untuk sahur, kompor tidak menyala. Kemudian saya cek tabung gas sudah hilang. Lalu saya panggil orang tua saya, kemudian kami cari sekitar rumah namun tidak ditemukan Gas LPG kami. Malah saya dan mamak saya menemukan bekas pelaku mengintip dari belakang rumah menggunakan kursi sebagai alas,” kata Suci Ananda saat diwawancarai.

Dari hasil cek lokasi kejadian, pelaku diduga telah menunggu kesempatan hingga tidak ada orang di dapur sebelum mengambil barang. Saat peristiwa berlangsung, anjing tetangga menggonggong keras sehingga Mariati dan anaknya segera keluar cek kondisi sekitar rumah. Pada saat itu, mereka melihat ada cahaya senter yang menyala di rumah seorang tetangga yang dikenal dan tak asing di waspadai, menjadi dugaan sebagai pelaku pembobolan perbuatan yang sama di kampung tersebut.

“Kami melihat cahaya senter di rumahnya, tetapi ketika kami datangi, sudah gelap gulita dan tidak ada yang terlihat,” ujar Mariati.

Kerugian yang dialami bukan hanya hilangnya tabung gas, melainkan juga gangguan kenyamanan pada aktivitas rumah tangga yang tengah menjalani dibulan suci Ramadhan.

“Kita sulit menyediakan makanan untuk sahur dan buka puasa. Tapi yang lebih parah, kejadian ini bukan pertama kali. Banyak warga yang merasakan hal serupa sekarang-bersekitar,” jelas Mariati.

Menurutnya, warga Desa Sukaraja kini berada dalam suasana was was ketakutan karena hampir setiap hari ada rumah yang menjadi korban pembobolan. Barang yang hilang beragam aneka jenis, mulai dari peralatan rumah tangga sehari-hari hingga barang berharga seperti elektronik, perlengkapan makan, hewan ternak, bebek, ayam, dan uang tunai. bahkan ban mobil 3 rodanya dicopot oleh maling kemaren malam.

“Kami sudah sering melaporkan ke Kepala Desa Sukaraja dan Polsek/Polres Batu Bara, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan dan kepastian hasil penyelidikan. Kejadiannya terus berulang dan tidak ada tindakan nyata dari pihak berwajib untuk menangani masalah ini,” katanya.

Mariati bersama warga Desa Sukaraja memberikan pernyataan tegas terkait kasus yang terus terjadi. Mereka mengajak pihak Kepala Desa, Kepala Dusun Kelembis, dan instansi keamanan terkait untuk segera gerak bertindak.

“Jangan biarkan kampung kami terus disantroni maling dan warga merasakan ketakutan setiap hari,” ucap Mariati mewakili warga.

Mereka juga mengajukan beberapa permintaan, antara lain penambahan patroli malam secara berkala dan terjadwal di seluruh wilayah Dusun Kelembis dengan melibatkan perwakilan warga setiap RT/RW; pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis dengan kemitraan pemerintah dan warga; pembentukan serta pengembangan Satuan Keamanan Masyarakat (Linmas) yang aktif dan terkoordinasi dengan pihak polisi; serta proses penyelidikan yang transparan, cepat, dan tegas terhadap pelaku beserta tindak lanjut hukum yang sesuai.

“Kami tidak mau lagi merasakan ketakutan di rumah sendiri yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman. Jika tidak ada tindakan nyata sekarang, kami akan lanjutkan pengajuan ke instansi lebih atas, mulai dari Kecamatan sampai Pemerintah Kabupaten Batu Bara untuk menuntut keadilan dan keamanan yang sesuai,” tandasnya.

Selain itu, Mariati mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan rasa kekeluargaan antar tetangga.

“Saling awasi dan saling beritahu antar tetangga, kordinasi dan komunikasi sert jaga keamanan setiap RT/RW, jangan sampai pelaku beraksi lagi dan merugikan warga. Bersama-sama kita buat kampung kami menjadi tempat yang aman, nyaman, dan tentram,” pungkasnya. (Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *