Menjaga Ketertiban Ruang Publik, Sat Lantas Polres Batu Bara Gelar Patroli Asmara Subuh di Jalur Inalum

BATU BARA, KOMPAS — Memastikan ketertiban di jalan raya saat jam-jam rawan menjadi prioritas jajaran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Batu Bara. Pada Sabtu (14/3/2026) pagi, personel kepolisian menyisir ruas Jalan Access Road Inalum guna mengantisipasi berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya fenomena “Asmara Subuh” yang kerap berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

​Patroli yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini dipimpin oleh Bripka Dudi bersama Bripka Faisal. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna jalan serta mencegah kegiatan-kegiatan remaja yang menyimpang di pagi hari, seperti kerumunan yang mengganggu arus lalu lintas maupun aksi balap liar.

​Jalan Access Road Inalum, sebagai salah satu jalur strategis di Kabupaten Batu Bara, mendapatkan perhatian khusus petugas. Mengingat kawasan ini kerap menjadi titik kumpul warga dan kaum muda setelah menunaikan ibadah subuh, kehadiran patroli kepolisian dinilai krusial untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan meminimalisir potensi gangguan di jalan raya.

​”Patroli rutin ini merupakan langkah preventif kami dalam menciptakan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas). Kami ingin memastikan setiap pengguna jalan dapat melintas dengan nyaman dan terhindar dari potensi bahaya akibat aksi-aksi yang tidak bertanggung jawab,” ujar personel di lapangan.

​Selain melakukan pemantauan, Bripka Dudi dan Bripka Faisal juga melakukan dialog persuasif dengan warga di sepanjang jalur patroli untuk tetap menaati aturan lalu lintas dan menjaga ketertiban lingkungan.

​Hingga patroli berakhir, situasi di sepanjang Jalan Access Road Inalum terpantau aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan lalu lintas maupun aktivitas yang meresahkan masyarakat. Sat Lantas Polres Batu Bara berkomitmen untuk terus menjaga intensitas pengawasan di titik-titik rawan guna mewujudkan kondusivitas wilayah yang berkelanjutan. (Boys-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *