Nasib Panitia Muaythai Porprov NTB 2026 Terkatung-katung: Honor Belum Dibayar, Akomodasi Minim, Musprov KONI Tetap Berjalan
MATARAM- MEDIA ONLINE SERGAP 24 JAM .COM- 15 Agustus 2026 — Hampir satu bulan berlalu sejak penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026, namun nasib panitia pelaksana cabang olahraga Muaythai masih berada di ambang ketidakpastian. Sebanyak 17 orang panitia beserta 2 wasit dan juri hingga saat ini belum menerima honorarium yang menjadi hak mereka, diduga bermula dari persoalan dualisme kepanitiaan yang dibentuk secara terpisah oleh Asosiasi Muaythai NTB dan KONI NTB.
Para panitia yang telah bekerja keras mensukseskan gelaran olahraga tersebut kini merasa kecewa dan diabaikan. Meski persoalan pembayaran ini belum menemui titik terang, agenda Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI NTB tetap berjalan seolah tak ada masalah yang terjadi di tubuh organisasi.

Kondisi yang dialami para panitia selama kegiatan berlangsung pun terungkap sangat memprihatinkan. Selama hari-hari pelaksanaan Porprov, akomodasi yang disediakan jauh dari kata layak. Sebanyak 17 orang panitia hanya disediakan 3 kamar penginapan, sehingga mereka harus berbagi ruang dan waktu istirahat secara tidak manusiawi. Padahal setiap pagi mereka harus sudah bersiap sejak pukul 06.00 WITA untuk memastikan seluruh persiapan pertandingan berjalan lancar.

Belum lagi soal konsumsi yang menjadi kebutuhan dasar selama bekerja. Nasi bungkus yang disediakan sering kali tidak mencukupi jumlah panitia, memaksa sebagian orang menahan lapar demi memastikan jalannya pertandingan tidak terganggu. Pengorbanan tenaga, waktu, dan pikiran yang mereka curahkan ternyata tidak diimbangi dengan perlakuan yang layak maupun kepastian pembayaran yang menjadi haknya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan resmi baik dari pihak Asosiasi Muaythai NTB maupun KONI NTB terkait kapan honorarium para panitia akan diselesaikan. Sementara itu, Musprov KONI NTB tetap berjalan, menimbulkan pertanyaan luas di kalangan masyarakat olahraga NTB: bagaimana organisasi dapat memimpin jika pengurus di bawahnya yang bekerja keras justru diabaikan hak-haknya sendiri.
Oleh : lalu suhaili


