Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Lomba Bidar HUT RI ke-81 di desa Kuripan Selatan

Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Lomba Bidar HUT RI ke-81 di desa Kuripan Selatan

Muara Enim – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di desa Kuripan Selatan Kecamatan Empat Petulai Dangku Kebupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan (SUMSEL) mengelar “Lomba Bidar ” Ribuan warga memadati bantaran sungai Lematang, untuk menyaksikan adu kecepatan 54 tim bidar, padi hari kamis 20 Agustus 2026.

Lomba Bidar diikuti antar 4 Kabupaten kota yang ada di propinsi Sumatera Selatan, untuk memperebutkan Piala Lomba Bidar desa di desa Kuripan, dan uang pembinaan.

Lomba Bidar yang diikuti oleh peserta sebanyak 54 Tim Putra dan Putri tim bidar dari salah satunya perwakilan desa Modong, Pali. Lahat, Sekayu, dan peserta yang lainnya, Dibuka pada hari kamis dan akan berakhir pada hari Minggu 23 Agustus 2016.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari, yang berlokasi
di desa Kuripan Selatan, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Muara Enim

“Insysari Kepala desa Kuripan Selatan, mengatakan kepada awak media ini, Terimakasih kepada PT Tanjung Enim Lewat ( PT, Tel ) dan pihak terkait yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang telah memberikan kontribusinya dalam Lomba Bidar di desa Kuripan ini, lomba bidar ini, digelar sebagai bentuk pelestarian budaya, dan sekaligus untuk mempererat silaturahmi antar warga, serta menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rute lomba bidar di desa Kuripan ini, sepanjang 500 meter. Setiap tim terdiri dari 7 orang pendayung tukang kemudi, Untuk penilaian lomba berdasarkan kecepatan yang tercepat mencapai garis finish.

“Alhamdulillah Suasana lomba bidar ini, slalu meriah yang diikuti oleh berbagai peserta lomba, seperti dari Pali, Lahat, Sekayu dan peserta yang lainnya, “Ungkapnya

“Boy, Ketua Panitia pelaksana Lomba Bidar desa Kuripan Selatan, mengatakan, Antusiasme warga sangat tinggi. Sejak pagi lombanya dimulainya lomba bidar ini, bantaran sungai Lematang sudah penuh dengan penonton, dan pedagang yang berjualan makanan, secara tidak langsung UMKM di desa terbantukan dengan adanya kompetisi lomba bidar ini

Lomba bidar ini bukan sekadar kompetisi. “Ini adalah warisan budaya leluhur yang harus kita jaga dan lestarikan. Sekaligus menjadi momentum menumbuhkan semangat gotong royong dan nasionalisme di hari kemerdekaan, Republik Indonesia yang ke 81 tahun ” Ujarnya.

( Penulis Rado, L )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *