Valanth Company Tawarkan Skema Zero Capex PLTS Rooftop untuk Industri Indonesia

Skema tanpa investasi awal menawarkan peluang efisiensi biaya energi dan percepatan pemanfaatan energi bersih

JAKARTA — Sergap24jam. Com— Valanth Company memperkenalkan Program Zero Capex PLTS Rooftop, sebuah skema pemanfaatan energi surya yang ditujukan antara lain bagi sektor industri. Program tersebut dipaparkan dalam rapat daring melalui Zoom pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB, yang diikuti sekitar 75 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Para peserta merupakan perwakilan peminat program Zero Capex PLTS yang mengikuti pemaparan mengenai konsep kerja sama, aspek teknis, tahapan implementasi, serta potensi keekonomian pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop.

Dalam pemaparannya, Valanth Company menawarkan skema kerja sama selama 15, 20, atau 25 tahun, dengan konsep pelanggan tidak perlu menyediakan investasi awal untuk pembangunan PLTS.

Salah satu potensi manfaat yang disampaikan adalah peluang memperoleh biaya energi sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan biaya listrik konvensional, berdasarkan hasil kajian masing-masing proyek.

Namun, angka tersebut merupakan estimasi dan tidak dapat diberlakukan secara seragam. Besaran penghematan akan sangat bergantung pada profil konsumsi listrik, kapasitas PLTS, kondisi rooftop, lokasi, desain sistem, struktur tarif, biaya pemeliharaan, serta ketentuan kerja sama yang disepakati.

Zero Capex Tanpa Investasi Awal

Konsep utama program adalah Zero Capex, yaitu pelanggan dapat memanfaatkan PLTS tanpa harus menyediakan modal pembangunan sistem pada tahap awal.

Developer menyediakan dan mengembangkan sistem berdasarkan hasil kajian teknis dan komersial. Selama masa kerja sama, pemeliharaan sistem menjadi tanggung jawab developer sesuai ruang lingkup yang dituangkan dalam kontrak.

Setelah masa kerja sama berakhir, mekanisme kepemilikan dan serah terima aset PLTS mengikuti ketentuan yang disepakati para pihak dalam perjanjian.

Model tersebut memberikan alternatif bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan energi terbarukan tetapi memiliki pertimbangan terhadap kebutuhan investasi modal di awal.

Rooftop Menjadi Aset Produktif

Program Zero Capex memanfaatkan rooftop bangunan industri sebagai lokasi pemasangan modul surya.

Energi matahari dikonversi menjadi energi listrik melalui modul surya dan inverter untuk selanjutnya digunakan dalam sistem kelistrikan pelanggan.

Matahari → Modul Surya → Inverter → Sistem Kelistrikan → Beban Industri

Bagi industri dengan konsumsi listrik yang tinggi pada siang hari, PLTS Rooftop berpotensi membantu mengoptimalkan pemanfaatan energi yang dihasilkan secara langsung.

Dengan demikian, rooftop tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari struktur bangunan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk menghasilkan energi listrik.

On-Grid, Off-Grid, dan Hybrid

Konfigurasi utama yang ditawarkan adalah PLTS On-Grid, yaitu sistem yang terhubung dengan instalasi kelistrikan pelanggan.

Namun, sesuai kebutuhan dan hasil kajian teknis, sistem dapat dikembangkan menjadi Off-Grid maupun Hybrid, termasuk dengan dukungan sistem penyimpanan energi.

Pemilihan konfigurasi harus mempertimbangkan profil beban, kebutuhan kontinuitas listrik, kondisi jaringan, kapasitas pembangkitan, kondisi lokasi, serta kelayakan teknis dan ekonomi.

Karena itu, setiap proyek membutuhkan kajian tersendiri sebelum ditentukan kapasitas dan konfigurasi sistem yang akan digunakan.

Empat Tahapan Implementasi

Dalam pemaparan kepada peserta, Valanth Company menjelaskan sejumlah tahapan awal pelaksanaan program.

Pertama, pengumpulan data awal melalui Form A1 dan A2. Data tersebut menjadi dasar untuk memahami kebutuhan energi dan kondisi awal calon pelanggan.

Kedua, technical meeting. Tahap ini membahas kebutuhan listrik, profil beban, kapasitas potensial PLTS, konfigurasi sistem dan konsep kerja sama.

Ketiga, survey lokasi. Pemeriksaan dilakukan terhadap rooftop, struktur bangunan, instalasi kelistrikan, ruang peralatan, jalur kabel, serta aspek teknis lainnya.

Keempat, kontrak dan implementasi. Apabila hasil kajian menunjukkan kelayakan dan para pihak mencapai kesepakatan, proses dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama, instalasi, pengujian, commissioning, dan pengoperasian sistem.

Teknologi dan Komponen

Dalam pelaksanaan proyek, pemilihan modul surya dan komponen PLTS dilakukan berdasarkan kebutuhan dan spesifikasi teknis masing-masing proyek.

Beberapa merek modul surya yang disebut dalam pemaparan antara lain Sunpro Power, LONGi Solar, dan Jinko Solar.

Pemilihan produk idealnya mempertimbangkan spesifikasi teknis, efisiensi, keandalan, sertifikasi dan standar yang berlaku, garansi, kesesuaian desain, ketersediaan produk, serta layanan purna jual.

Dengan demikian, keputusan penggunaan suatu produk tidak hanya didasarkan pada merek, tetapi juga pada kesesuaian teknis dan keekonomian sistem secara keseluruhan.

Antusiasme Peminat dari Berbagai Daerah

Rapat daring yang diikuti sekitar 75 peserta memperlihatkan adanya perhatian dari berbagai daerah terhadap alternatif pembiayaan PLTS tanpa investasi awal.

Para peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme Zero Capex sekaligus memiliki kesempatan untuk memahami persyaratan awal, tahapan survei, kebutuhan data, desain sistem, serta aspek komersial yang perlu dikaji sebelum proyek dilaksanakan.

Pertemuan tersebut juga menjadi salah satu forum awal untuk mempertemukan calon pengguna dengan pengembang guna mengidentifikasi potensi proyek PLTS di berbagai wilayah Indonesia.

Energi Bersih sebagai Strategi Efisiensi Industri

Bagi sektor industri, energi merupakan salah satu komponen penting yang berhubungan dengan biaya operasional dan daya saing. Karena itu, pemanfaatan energi terbarukan mulai dipertimbangkan tidak hanya dari perspektif lingkungan, tetapi juga dari sisi efisiensi dan keberlanjutan usaha.

Skema Zero Capex PLTS Rooftop menawarkan salah satu alternatif bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan energi surya tanpa harus mengeluarkan investasi pembangunan pada tahap awal.

Meski demikian, setiap calon pelanggan tetap perlu melakukan kajian teknis, analisis keekonomian, pemeriksaan kondisi bangunan dan kelistrikan, serta evaluasi aspek kontraktual dan regulasi sebelum mengambil keputusan.

Pada akhirnya, keberhasilan penerapan PLTS Rooftop tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pembangkit, tetapi juga oleh kualitas desain, pemilihan teknologi, kualitas instalasi, sistem pemeliharaan, keandalan operasi, dan transparansi hubungan kontraktual antara developer dan pelanggan.

Program Zero Capex dengan demikian dapat menjadi salah satu alternatif yang patut dikaji dalam mendorong percepatan pemanfaatan energi bersih sekaligus meningkatkan efisiensi energi sektor industri di Indonesia.

Oleh: Martin Sembiring, S.T., M.T., C.ES., C.Med.

MASMEDIA ONLINE

Jernih • Bernas • Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *