KOMUNITAS SORGUM SEHAT NUSANTARA LUNCURKAN PROGRAM KEMITRAAN TOTALBibit & Pupuk Gratis, Hasil Panen Dijamin Ditampung Rp3.000 – Rp4.000/Kg
SURABAYA // Sergap24jam. Com— Untuk mengoptimalkan lahan marjinal dan memperkuat ketahanan pangan serta energi hijau nasional, Komunitas Sorgum Sehat Nusantara melalui Pusat Distribusi Nasional Omah Sorgum Sunan resmi membuka program Kemitraan Budidaya Sorgum Total bagi petani dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Program ini diprakarsai oleh Bapak Muslan selaku Ketua Komunitas Sorgum Sehat Nusantara. Program ini berkolaborasi dengan Bapak Martin Sembiring, S.T., M.T., http://C.ES., http://C.Med., Marketing Manager Valanth Solar Panel System.
Sinergi ini tidak hanya fokus pada hilirisasi pangan berbasis sorgum, tetapi juga mengintegrasikan teknologi energi terbarukan melalui pemanfaatan solar panel system untuk mengefisienkan proses pengeringan dan pengolahan pascapanen.
SKEMA KEMITRAAN TANPA MODAL AWAL
Melalui program ini, mitra tidak dibebani modal awal untuk sarana produksi.
1. Dukungan Penuh dari Komunitas
Seluruh kebutuhan bibit unggul dan pupuk dibiayai 100% oleh Komunitas Sorgum Sehat Nusantara.
2. Kewajiban Mitra Petani / UMKM
Mitra cukup menyediakan lahan. Lahan bisa milik sendiri atau lahan terlantar yang disewa/kontrak minimal 1 tahun. Mitra juga bertanggung jawab mengelola tenaga kerja untuk penanaman dan perawatan.
3. Jaminan Penyerapan Hasil Panen
Seluruh hasil panen sorgum kering dijamin ditampung sebagai offtaker dengan harga pasti Rp3.000 – Rp4.000 per kilogram.
PANDUAN TEKNIS BUDIDAYA: 1 KALI TANAM, 3 KALI PANEN
Untuk mencapai produktivitas maksimal hingga 3 kali panen dalam setahun, mitra disarankan mengikuti panduan teknis berikut:
1. Syarat Tumbuh & Pemilihan Lahan
- Ketinggian: Optimal 0–500 mdpl. Masih dapat tumbuh hingga 700 mdpl.
- Jenis Tanah: Cocok di Latosol, Grumusol, Mediteran, Alluvial, hingga tanah marjinal dan berpasir dengan pH 5,5 – 7,5.
- Tumpang Sari: Dapat ditanam di sela tanaman kayu muda seperti jati umur 1–3 tahun, sebelum tajuk menutup rapat.
2. Penanaman & Jarak Tanam
Olah tanah hingga gembur dan buat bedengan serta saluran drainase.
Gunakan jarak tanam 60 cm x 30 cm atau 75 cm x 20 cm. Tugal sedalam 2–3 cm, isi 2–3 biji per lubang, lalu tutup tipis dengan tanah.
3. Pemupukan & Perawatan
- Pupuk Dasar: Diberikan saat tanam berupa pupuk organik/kandang.
- Pupuk Susulan: Diberikan pada umur 20–30 HST.
- Penyiangan & Pembumbunan: Lakukan saat tanaman berumur 2–3 minggu untuk membersihkan gulma dan menguatkan perakaran agar tahan angin.
4. Panen & Sistem Ratoon
- Panen Utama 90–100 HST: Panen saat 80% biji sudah mengeras dan daun menguning. Potong malai 15–20 cm dari pangkal, lalu jemur hingga kadar air sesuai standar.
- Panen ke-2 & ke-3 Sistem Ratoon: Setelah panen utama, potong sisa batang 5–10 cm dari tanah. Lakukan pengairan dan pemupukan susulan untuk menumbuhkan tunas baru. Dengan sistem ini, biaya olah tanah dan benih untuk 2 siklus berikutnya bisa dihemat.
PENDAFTARAN KEMITRAAN DIBUKA
Program ini terbuka untuk petani perorangan, kelompok tani, dan pelaku UMKM yang ingin memberdayakan lahan terlantar.
Untuk informasi dan pendaftaran kemitraan, hubungi:
Bapak Martin Sembiring, S.T., M.T., http://C.ES., http://C.Med.
Marketing Manager
WhatsApp / Telepon: 0812 6038 4888
Mari manfaatkan lahan tidur menjadi sumber pangan dan energi. Bersama Komunitas Sorgum Sehat Nusantara, wujudkan kemandirian petani dan ketahanan pangan Indonesia.
JURNALIS : Martin Sembiring, ST, MT.


