84 Keluarga di Batu Bara Menerima Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Bencana Hidrometeorologi Siklon Senyar Tahap II

BATU BARA //Sergap24jam.com. Pemerintah Kabupaten Batu Bara menerima bantuan perbaikan rumah rusak bencana Hidrometeorologi Siklon Senyar Tahap II, sebanyak 84 keluarga dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Selasa (3/3/2026). Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama…

Read More

Satlantas Polres Batu Bara Bagikan 500 Paket Takjil untuk Pengguna Jalan

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara melaksanakan kegiatan pembagian takjil dan Sapa Ramadhan kepada para pengguna jalan, Selasa (3/3/2026) sore. Kegiatan berlangsung di depan Mapolres Batu Bara mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Batu Bara, AKBP Doly Nelson H. H. Nainggolan, didampingi Wakapolres Kompol Supendi, Ketua Bhayangkari…

Read More

Sat Lantas Polres Batu Bara Gelar Blue Light Patrol di Jalinsum Lima Puluh

Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Batu Bara melaksanakan kegiatan Blue Light Patrol di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Pos Lantas Lima Puluh, Rabu (4/3/2026) dini hari. Kegiatan yang dimulai pukul 00.00 WIB tersebut dipusatkan di sepanjang Jalinsum yang berada dalam wilayah hukum Lima Puluh. Patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan…

Read More

Kodim 0208/Asahan Konsisten Berbagi Ta’jil di Depan Makodim Jelang Berbuka Puasa

Kodim 0208/Asahan Konsisten Berbagi Ta’jil di Depan Makodim Jelang Berbuka Puasa

Asahan //Sergap24jam.com.
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, jajaran Kodim 0208/Asahan kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan konsisten membagikan ta’jil kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Makodim 0208/Asahan dan mendapat sambutan hangat dari warga yang melintas.

Sejak sore hari, personel Kodim telah bersiap di tepi jalan untuk membagikan paket ta’jil kepada pengendara roda dua, roda empat, serta pejalan kaki. Aksi berbagi ini menjadi bentuk nyata kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih dalam perjalanan saat adzan Maghrib berkumandang.

Komandan Kodim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P. menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan agenda rutin selama bulan Ramadhan sebagai wujud kebersamaan dan mempererat silaturahmi antara TNI dan masyarakat.

“Kami ingin hadir dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat serta semakin mempererat hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat,” ujarnya.

Masyarakat yang menerima ta’jil tampak antusias dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka mengaku terbantu, terutama bagi yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka di rumah.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Kodim 0208/Asahan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pengamanan dan pembangunan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang membawa manfaat langsung bagi warga. ( Tuah Sembiring)

Read More

Kapolsek Indrapura Bersama Bhayangkari Bagikan Takjil, Sampaikan Pesan Kamtibmas di Batu Bara

Kapolsek Indrapura AKP Rahmad R. Hutagaol S.H., M.H. bersama personel Polsek Indrapura dan jajaran Bhayangkari menggelar kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB tersebut digelar di Jalan Desa Sipare-pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Aksi berbagi ini disambut antusias…

Read More

Kantor Kelompok Tani di Batu Bara Berubah Jadi Rumah dan Kedai Tuak, Sengketa Kepengurusan Memanas

Kantor Kelompok Tani di Batu Bara Berubah Jadi Rumah dan Kedai Tuak, Sengketa Kepengurusan Memanas

BATU BARA,

Sengketa kepengurusan Kelompok Tani Rukun Sari di Desa Pematang Jering, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, kian memanas. Polemik antara dua kubu kelompok tani tersebut berimbas pada berubahnya fungsi kantor kelompok tani menjadi rumah tinggal sekaligus kedai tuak.

Kasus ini bermula dari konflik antara PT EMHA dengan kelompok tani yang kemudian memunculkan dualisme kepengurusan, yakni Poktan Rukun Sari Pematang Jering dan Poktan Rukun Sari Sei Suka. Kedua pihak saling mengklaim sebagai pengurus sah atas objek lahan dan bangunan yang sebelumnya difungsikan sebagai kantor kelompok tani.

Berdasarkan penelusuran di lokasi pada Selasa (3/3/2026), bangunan yang dahulu digunakan sebagai kantor Poktan Rukun Sari Pematang Jering kini telah berubah menjadi rumah dan tempat usaha kedai tuak. Seorang warga bermarga Nasution yang mengaku menempati bangunan tersebut mengatakan dirinya tinggal dan membuka usaha atas izin Ali Efendi, yang mengklaim sebagai Ketua Poktan Rukun Sari Sei Suka.“Saya menempati rumah ini atas izin dari Ali Efendi yang mengaku sebagai ketua Poktan Rukun Sari Sei Suka,” ujarnya kepada wartawan.

Saat dikonfirmasi, Ali Efendi membenarkan dirinya sebagai Ketua Poktan Rukun Sari Sei Suka. Ia menjelaskan bahwa persoalan kelompok tani saat ini masih dalam proses hukum melawan PT EMHA dan telah memasuki tahap kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia.

“Sekarang prosesnya sudah banding kasasi. Jadi saya bukan tidak berani melawan atau ribut dengan pihak Poktan Rukun Sari Pematang Jering, tapi saya khawatir memengaruhi proses hukum di Mahkamah Agung karena ada saling klaim kepengurusan atas objek yang sama,” katanya.

Terkait keberadaan dua papan nama (plang) berbeda di lokasi, Ali menyebut plang tersebut dipasang oleh seseorang bernama Sabar yang mengklaim sebagai Ketua Poktan Rukun Sari Pematang Jering.

Namun, saat ditemui terpisah, Sabar membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan dirinya dalam kondisi sehat dan pemasangan plang dilakukan berdasarkan arahan kuasa hukum, menyusul adanya putusan pengadilan agar objek sengketa tidak dikuasai atau dimanfaatkan pihak mana pun hingga berkekuatan hukum tetap.

“Pemasangan plang itu berdasarkan keputusan pengadilan. Pengacara menyarankan agar jangan ada pihak yang mengerjakan atau menguasai sebelum inkrah,” ujar Sabar di kawasan simpang Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara.

Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya menyebut Ali Efendi bukan warga setempat. Mereka menilai klaim kepemilikan dan penguasaan kantor kelompok tani tidak sesuai dengan fakta di lapangan karena objek berada di wilayah Poktan Rukun Sari Pematang Jering.
“Yang menempati juga orang Medan. Dulu itu kantor kelompok tani, sekarang jadi rumah dan kedai tuak,” kata seorang warga.

Warga Poktan Rukun Sari Pematang Jering berharap Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara turun tangan meninjau kembali status dan fungsi bangunan tersebut. Mereka meminta agar kantor kelompok tani dikembalikan sesuai peruntukannya demi kepentingan anggota dan keberlangsungan kegiatan pertanian di desa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara terkait polemik tersebut.

Read More

Kantor Kelompok Tani Rukun Sari Sei Suka Berubah Jadi Rumah Dan Kedai Tuak Dikuasai Orang Medan

Batu Bara// sergap24jam.com Kasus sengketa antara PT EMHA dengan Kelompok Tani Rukun Sari Pematang Jering menjadi dilema saling klaim kepengurusan kelompok tani rukun sari menjadi dua versi, yaitu Poktan Rukun Sari Pematang Jering dan Poktan Rukun Sari Sei Suka sehingga mengakibatkan yang dulunya kantor kelompok tani rukun sari, sekarang sudah menjadi rumah sekaligus kedai tuak….

Read More

Personil Kodim 0208/Asahan Tak Kenal Lelah Lakukan Percepatan Pembangunan Jembatan Modular

Personil Kodim 0208/Asahan Tak Kenal Lelah Lakukan Percepatan Pembangunan Jembatan Modular

Asahan// Sergap24jam. Com.
Di bawah terik matahari yang menyengat dan dalam kondisi menjalankan ibadah puasa Ramadhan, personel Kodim 0208/Asahan tetap menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi dengan terus melakukan percepatan pembangunan jembatan modular yang terletak di Desa Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras, Kab. Batu Bara, Selasa (3/3/2026).

Pengerjaan jembatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur guna meningkatkan mobilitas dan perekonomian masyarakat. Meski cuaca panas dan tengah menunaikan ibadah puasa, para prajurit tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab demi memastikan proyek dapat selesai tepat waktu.

Komandan Kodim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P. menyampaikan bahwa pembangunan jembatan modular ini sangat penting karena menjadi akses vital penghubung antarwilayah serta memperlancar aktivitas warga, baik dalam bidang pertanian, perdagangan, maupun kegiatan sosial lainnya. Dengan adanya jembatan yang layak dan kokoh, diharapkan distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Masyarakat Desa Sei Buah Keras pun menyambut baik dan mengapresiasi kerja keras para prajurit yang tetap semangat bekerja meski dalam suasana Ramadhan. Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat diharapkan semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Melalui percepatan pembangunan jembatan modular ini, Kodim 0208/Asahan kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.( Tuah Sembiring)

Read More

Kodim 0208/Asahan Kerja Siang Malam Percepat Pembangunan Jembatan Modular di Desa Lubuk Palas

Kodim 0208/Asahan Kerja Siang Malam Percepat Pembangunan Jembatan Modular di Desa Lubuk Palas

Asahan // Sergap24jam. Com
Dalam upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan perekonomian masyarakat, jajaran Kodim 0208/Asahan terus bekerja siang dan malam menyelesaikan pembangunan jembatan modular yang terletak di Desa Lubuk Palas.

Di bawah komando Dandim 0208/Asahan, personel TNI bersama unsur terkait tampak tanpa kenal lelah mengerjakan setiap tahapan pembangunan. Mulai dari pemasangan rangka baja, pengecoran lantai jembatan, hingga penguatan struktur dilakukan secara bertahap dan terukur demi memastikan kualitas serta keamanan jembatan.

Pembangunan jembatan modular ini menjadi solusi strategis untuk memperlancar akses transportasi masyarakat, khususnya dalam mendistribusikan hasil pertanian dan perkebunan. Selama ini, akses yang terbatas menjadi salah satu kendala utama dalam menunjang aktivitas ekonomi warga.

Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P. menyampaikan bahwa percepatan pembangunan dilakukan agar jembatan dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan ini tepat waktu sehingga mobilitas warga semakin lancar dan roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat Desa Lubuk Palas pun terlihat tinggi. Warga turut memberikan dukungan moril kepada prajurit yang bekerja di lapangan. Mereka berharap dengan selesainya jembatan tersebut, akses menuju pusat ekonomi, sekolah, serta fasilitas kesehatan menjadi lebih mudah dan aman.

Dengan kerja keras dan semangat gotong royong, diharapkan jembatan modular ini segera rampung dan menjadi simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.( Tuah Sembiring)

Read More

“Apreasasi Amankan 12 Ekscavator Backingan TNI, Polda Harus Tindak Termasuk Yang Dipayunginya.”

“Apreasasi Amankan 12 Ekscavator Backingan TNI, Polda Harus Tindak Termasuk Yang Dipayunginya.”

MADINA-

Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut), Senin (03/3/2026), mengamankan 2 unit ekskavator tambang ilegal (PETI) di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.

Sementara itu, selain apresiasi tokoh dari Mandailing Natal. Juga muncul anggapan tindakan kepolisian masih tebang pilih dan belum dengan prinsip penegakan hukum.

Ketua Ikatan Pemuda Mandailing, Tan Gozali Nasution, bahkan menduga penindakan ini masih berunsur kepentingan kelompok. Dan tidak komprehensif dalam menuntaskan persoalan tambang ilegal di seluruh wilayah Mandailing Natal.

Tan memaparkan beberapa titik yang masih banyak terdapat tambang ilegal dengan alat berat. Di antaranya, Muara Batang Gadis 40 an, Lingga Bayu 30 an, Batang Natal 40 an, Ranto Baek 10 an ekscavator PETI , dan Kotanopan.

“Semua ini dipayungi aparat. Termasuk Kepolisian dan TNI juga. Kami ingin semua ini ditindak, demi menjaga kelestarian lingkungan di tengah kondisi kita yang rentan terhadap bencana alam,” ungkapnya.

Tan punya catatan keterlibatan aparat ini. Di antara titik-titik pertambangan ini bahkan langsung disetor ke markas aparat tersebut.

“Di Linggabayu 30 an dan Ranto Baek 10 an itu langsung setor ke orang kantor yang punya wilayah hukum. Nah, ini harusnya jadi perhatian jika memang serius menindak tambang beko ini,” ungkapnya.

“Kemudian Ulu Pungkut Ada 5 Beko, di Kotanopan itu sangat-sangat jelas terlihat, ada 20-an beko yang beroperasi, Setorannya itu termasuk ke orang mereka juga si BP,” tambahnya.

Tan kemudian mengaitkannya pada efek sosial dari pertambangan ini. Menurutnya, daerah-daerah penghasil emas ini sangat rentan dan marak peredaran narkoba, belum lagi bencana alam yang akan mengancam kedepan.

“Dan kami duga kenapa begitu marak narkoba di daerah ini karena aparat juga terlibat dalam peredarannya” jelasnya.

Terakhir, Tan Gozali berharap PETI dengan alat berat ini harus ditindak secara menyeluruh karena tidak berdampak luas pada perekonomian warga. Di samping itu, sangat merusak bagi kehidupan sosial masyarakat dan lingkungan.

Reporter: Raja Christovel Nababan

Read More