Pengajian Akbar Sejuta Sholawat dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Desa Hutaraja Kec Siabu.

sergap24jam.com//Madina- Sumut – Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Desa Hutaraja, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Ratusan warga menghadiri Pengajian Akbar bertajuk “Sejuta Sholawat” yang dirangkai dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026 M.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Hutaraja tersebut dihadiri langsung oleh Camat Siabu, Kepala Desa Hutaraja Armadan akbar Nasution , panitia pelaksana, jamaah Puncak Barokah, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari berbagai desa di Kecamatan Siabu.

Camat Siabu dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya atas nama Pemerintah Kecamatan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Hutaraja, panitia pelaksana, jamaah puncak barokah dan seluruh warga. Menggelar kegiatan dengan tajuk ‘Sejuta Selawat’ ini adalah sebuah langkah yang sangat luar biasa,” ujar Camat Siabu di hadapan jamaah.

Pengajian Akbar Sejuta Sholawat dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dirangkai dengan tausiyah agama.

Dihadiri oleh Camat Siabu, Kepala Desa Hutaraja, Buya Salman Ahmad sebagai penceramah, panitia pelaksana, jamaah Puncak Barokah, dan ratusan warga masyarakat Kecamatan Siabu.

Dilaksanakan pada bulan Maulid, Rabiul Awal 1447 H Bertempat di Desa Hutaraja, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Sebagai bentuk bukti cinta kepada Baginda Rasulullah SAW, untuk mengetuk pintu langit agar Allah SWT menurunkan keberkahan, menjauhkan daerah dari marabahaya, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta merefleksikan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan.

Acara digelar dengan lantunan sejuta sholawat bersama, sambutan pemerintah kecamatan, dilanjutkan dengan tausiyah agama dan siraman rohani oleh Buya Salman Ahmad yang mengupas keteladanan Rasulullah SAW dalam mendidik keluarga dengan penuh kasih sayang.

Dalam sambutannya, Camat Siabu menegaskan bahwa gema sholawat bukan sekadar ritual, melainkan wujud cinta kepada Rasulullah SAW.

“Sholawat adalah bukti cinta kita kepada Baginda Rasulullah SAW. Melalui gema sejuta selawat yang kita lantunkan hari ini, kita mengetuk pintu langit. Kita berharap, tidak hanya pahala yang kita dapatkan, tetapi Allah SWT juga menurunkan keberkahan, menjauhkan daerah kita dari marabahaya, serta menguatkan rasa persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) di antara kita semua, khususnya di Kecamatan Siabu ini,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam berkeluarga, bermasyarakat, hingga dalam mendukung program pembangunan daerah menuju lingkungan yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur.

Pada kesempatan tersebut, Camat Siabu juga menyoroti isu yang memprihatinkan terkait kerentanan perempuan dan anak-anak terhadap berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun kekerasan di dunia maya.

“Belakangan ini, kita sering mendengar kabar yang memprihatinkan mengenai kerentanan kaum perempuan dan anak-anak terhadap berbagai bentuk kekerasan. Anak-anak kita hari ini menghadapi tantangan zaman yang sangat berat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh orang tua untuk mengembalikan fungsi rumah sebagai madrasah pertama dan tempat paling aman bagi anak. Ia menekankan tiga kunci utama dalam membentengi keluarga:

  1. Menjadi Tempat Curhat yang Utama: Orang tua diminta untuk lebih peka. Jangan sampai anak lebih nyaman curhat kepada orang asing di media sosial daripada kepada orang tuanya. “Ketika anak mengadu atau bercerita, letakkan dulu handphone kita, tatap matanya, dan dengarkan tanpa langsung menghakimi,” pesannya.
  2. Membuka Ruang Dialog yang Setara: Luangkan waktu setiap hari, saat makan bersama atau menjelang tidur, untuk mengobrol santai. Tanyakan bagaimana hari-hari mereka, apa yang mereka rasakan, dan apa yang mereka takuti.
  3. Membudayakan Diskusi Keluarga: Libatkan anak dalam diskusi-diskusi kecil di rumah untuk menumbuhkan rasa percaya diri bahwa suara mereka dihargai.

“Jika di dalam rumah sudah tercipta hubungan yang hangat, insyaAllah anak-anak kita akan memiliki benteng mental yang kuat. Mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan luar yang negatif, karena mereka tahu bahwa ayah dan ibunya adalah sahabat terbaik tempat mereka pulang dan berlindung,” VGpungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama oleh Buya Salman Ahmad yang berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari jamaah.
( Tim ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *