Dinas PUPR Madina Dorong Penguatan Lumbung Pangan di Tengah Efisiensi Anggaran” Sinergi Insan Pers dan Dinas PUPR,,
sergap24jam.com//
Madina— Sumut, Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus berupaya mengoptimalkan potensi infrastruktur pertanian.
Langkah strategis ini selaras dengan upaya mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto Republik Indonesia terkait swasembada pangan nasional, serta sejalan dengan visi-misi Bupati dan wakil bupati Mandailing Natal
dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera berbasis potensi lokal.
Guna mengawal agenda besar tersebut, Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Madina, Yan Daulay, menggelar diskusi hangat bersama para insan pers yang tergabung dalam Korwasis Madina di Panyabungan, Senin (14/9/2026).
Pertemuan santai di sela-sela jam istirahat tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara birokrasi dan media dalam mengawal pembangunan infrastruktur pengairan di Madina.
Dalam diskusi tersebut, Yan Daulay menyoroti potensi besar kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sebagai lumbung pangan regional, di mana Kabupaten Madina memegang peran strategis sebagai garda terdepan.
Secara khusus, Kecamatan Siabu menjadi inti dari sektor pertanian tersebut berkat hamparan lahan persawahan yang sangat luas.
“Kabupaten Madina, khususnya Kecamatan Siabu, memiliki modal besar berupa hamparan pertanian yang luas.
Kita harus optimis menjadikan kawasan ini sebagai pilar utama lumbung pangan di Tabagsel sekaligus berkontribusi nyata pada pencapaian program Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan nasional,” ujar Yan Daulay.
Menghadapi tantangan keterbatasan anggaran akibat efisiensi, Kabid Pengairan menekankan pentingnya inovasi dan efektivitas pemanfaatan jaringan komunikasi modern. Menurutnya, koordinasi dan pengusulan program bantuan ke pemerintah provinsi maupun pusat kini tidak lagi terhalang oleh keterbatasan fisik, melainkan dapat diakselerasi melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“Di tengah kondisi efisiensi saat ini, kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Komunikasi dan pengajuan usulan program ke tingkat provinsi maupun pusat bisa kita dorong secara cepat lewat jaringan komunikasi digital. Cukup dengan menyampaikan permohonan yang valid dan terkawal, peluang meraih dukungan anggaran dari pusat tetap terbuka lebar,” jelasnya.
Perwakilan insan pers dari Korwasis, Ahmad Sulaiman Hasibuan, menyambut positif keterbukaan Dinas PUPR Madina. Ia mengatakan pentingnya kolaborasi dan keterbukaan informasi publik agar pembangunan di sektor pertanian dapat berjalan tepat sasaran.
Melalui komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat dan provinsi, sinergi ini diharapkan dapat membantu daerah dalam meningkatkan fungsi jaringan irigasi yang sudah ada di Kabupaten Mandailing Natal.
Di akhir diskusi, Yan Daulay menaruh harapan besar agar berbagai usulan yang telah disampaikan ke tingkat atas dapat segera membuahkan hasil dalam waktu dekat.
“Semoga pada tahun ini program prioritas, baik yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun provinsi dalam hal kegiatan sumber daya air, dapat terealisasi secara maksimal.
Terlebih lagi, kita sangat berharap jaringan irigasi Bendung Batang Gadis dapat segera dinormalisasi agar pasokan dan kebutuhan sumber air bagi para petani di daerah irigasi tersebut dapat terpenuhi secara optimal,” tutup Kabid Pengairan Dinas PUPR Madina tersebut.
Dengan koordinasi secara berkesinambungan dan pengawasan ketat dari insan pers, langkah ini ditargetkan mampu membuka peluang perbaikan hingga penambahan jaringan irigasi baru, demi mewujudkan Madina sebagai lumbung padi utama di kawasan Tabagsel.
(HH).


