PUTRA YANG BERKARIR, 10 TAHUN MEMIMPIN DAIRI, MELAHIRKAN PAKPAK BHARAT

Dairi //Sergap24jam.com.

Sumatera Utara ” sergap 24jam com ” berbicara tentang tokoh yang pernah memegang kekuasaan paling lama dalam sejarah pemerintahan modern Kabupaten Dairi, nama ini hampir tidak mungkin dilewatkan.

DR. MASTER PARULIAN TUMANGGOR.

Ia memimpin Kabupaten Dairi selama kurang lebih 10 tahun, 1999–2009.

Dan selama satu dekade itu, namanya melekat pada salah satu perubahan terbesar dalam sejarah wilayah Dairi:

LAHIRNYA KABUPATEN PAKPAK BHARAT.

Tetapi perjalanan Master Parulian Tumanggor ternyata tidak berhenti setelah meninggalkan kursi Bupati Dairi.
Inilah perjalanan panjangnya.

DARI PEJABAT PEMERINTAHAN KE KURSI BUPATI

Sebelum menjadi bupati, Master Parulian Tumanggor bukanlah tokoh yang hanya berkarier di tingkat daerah.

Ia pernah menjadi pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Negara BUMN dan juga pernah menjadi tenaga pengajar di Departemen Keuangan.

Latar belakang birokrasi tersebut kemudian membawanya ke panggung politik daerah.

Pada 19 April 1999, ia mulai menjabat sebagai Bupati Dairi.

Ia kemudian melanjutkan kepemimpinannya untuk periode berikutnya hingga 19 April 2009.

Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat.

Dalam periode tersebut, Dairi mengalami salah satu perubahan administratif paling besar dalam sejarahnya.

DAIRI TERBELAH, PAKPAK BHARAT LAHIR

Salah satu warisan politik pemerintahan Master Parulian Tumanggor yang paling besar adalah proses pembentukan Kabupaten Pakpak Bharat.

Wilayah tersebut sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Dairi.

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003 kemudian menetapkan pembentukan Kabupaten Pakpak Bharat bersama sejumlah kabupaten baru lainnya di Sumatera Utara.

Dalam berbagai tulisan sejarah lokal, Master Parulian Tumanggor disebut sebagai salah satu inisiator utama pemekaran tersebut.

Bahkan ada pihak yang menggambarkannya sebagai tokoh yang berperan besar dalam proses politik pemekaran tersebut.

Namun perlu dicatat:

pemekaran kabupaten bukan pekerjaan satu orang.

Ada proses politik, DPR, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perjuangan masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Karena itu, lebih tepat menyebut Master Parulian Tumanggor sebagai salah satu tokoh penting/inisiator dalam proses lahirnya Pakpak Bharat, bukan sebagai satu-satunya pihak yang membentuk kabupaten tersebut.

TAMAN WISATA IMAN

Selain pemekaran, nama Master Parulian Tumanggor juga melekat pada pembangunan Taman Wisata Iman (TWI) Dairi di Sitinjo.

Gagasan tersebut muncul pada masa pemerintahannya sekitar awal 2000-an dan kemudian berkembang menjadi kawasan wisata religi yang menjadi salah satu ikon Dairi.

TWI juga dilengkapi berbagai simbol dan bangunan keagamaan dari beberapa agama.

Pada masa pemerintahannya pula dirintis pembangunan monumen Jenderal T.B. Simatupang di kawasan tersebut.

Jadi ketika membicarakan pemerintahan Master Parulian Tumanggor, ada dua nama besar yang hampir selalu muncul:

PAKPAK BHARAT
dan
TAMAN WISATA IMAN.

Tetapi perjalanan politik dan kariernya kemudian berubah arah.

SELEPAS DARI DAIRI, MASUK DUNIA KORPORASI

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Bupati Dairi pada 2009, Master Parulian Tumanggor melanjutkan karier di sektor swasta.

Ia kemudian menjadi bagian dari dunia usaha, termasuk menjabat sebagai Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia.

Posisi tersebut kelak menjadi sangat penting dalam perjalanan hidupnya.

IRONI PERJALANAN SEORANG MANTAN BUPATI

Di sinilah perjalanan Master Parulian Tumanggor menjadi sangat menarik untuk ditulis.

Ia pernah menjadi:

PEJABAT ESELON II
BUPATI DAIRI
MEMIMPIN DAIRI 10 TAHUN
TERLIBAT DALAM PROSES LAHIRNYA PAKPAK BHARAT

MENGGAGAS PEMBANGUNAN TAMAN WISATA IMAN
Namun sejarah harus tetap dipisahkan dengan jelas.( JOKERTA TGR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *