519 Mahasiswa STAIN Madina Diwisuda, Ketua STAIN Ingatkan Pentingnya Ilmu dan Akhlak

Madina, Sumut || Sergap24jam.com — Sebanyak 519 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, resmi diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan ke-8, Sabtu (31/10/2026).

Prosesi wisuda berlangsung di Student Center, Kompleks Pendidikan STAIN Madina, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan.

Dari 519 wisudawan yang berasal dari 20 program studi, sebanyak 332 orang merupakan mahasiswi dan 187 orang mahasiswa.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Madina H. Saipullah Nasution, Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis, Ketua Dewan Penyantun STAIN Komjen Pol (Purn) Drs. Saud Usman Nasution, Anggota DPRD Sumut H. Aswin Parinduri, serta mantan Bupati Madina H. Dahlan Hasan Nasution.

Dalam pidato akademiknya, Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis menyampaikan bahwa gelar sarjana merupakan hasil dari perjuangan, kesabaran dalam menuntut ilmu, serta doa orang tua.

Ia mengingatkan para lulusan agar tidak menjadikan ilmu sebagai alasan untuk bersikap sombong, melainkan sebagai jalan meningkatkan ketakwaan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ananda tidak hanya lulus sebagai sarjana, tetapi mengemban amanah sebagai cendekiawan muslim. Jangan jadikan ilmu sebagai sarana kesombongan, melainkan sebagai jalan untuk meningkatkan ketundukan kepada Sang Pencipta,” ujar Mara Samin.

Ia juga berharap lulusan STAIN Madina mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman serta menjadi pembawa solusi di tengah masyarakat.

Menurutnya, kecerdasan harus berjalan beriringan dengan adab dan moral agar ilmu memberikan manfaat bagi sesama.

Sementara itu, Bupati Madina H. Saipullah Nasution menekankan bahwa tantangan lulusan perguruan tinggi saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga derasnya arus informasi global.

Ia berpesan agar para sarjana terus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kecakapan dalam memanfaatkan teknologi.

“Gelar sarjana harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi,” tegas Saipullah.

Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan iman dan akhlak.

“Teknologi dapat membantu pekerjaan lebih cepat dan efisien. Namun, iman dan akhlak harus tetap menjadi kompas utama dalam menentukan arah dan tujuan penggunaannya,” katanya.

Saipullah menambahkan, pembangunan Kabupaten Mandailing Natal tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ia berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang rendah hati, berpegang teguh pada prinsip, santun dalam bersikap, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru. Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta sesi foto para wisudawan bersama orang tua. (HH)

Editor : Mangisi Siburian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *