LSM GELOMBANG Tegaskan Dukungan Penuh MotoGP Mandalika 2026: Persoalan Selesaikan dengan Musyawarah, Jangan Biarkan Mengganggu Kebanggaan Bersama

LOMBOK TENGAH//sergap24jam.com – 22 September 2026 — Semangat persatuan dan kedamaian kembali bergema dari kalangan masyarakat Kabupaten Lombok Tengah menjelang perhelatan olahraga dunia paling bergengsi, MotoGP Mandalika 2026. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GELOMBANG — Gerakan Lombok Bangkit secara resmi menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap penyelenggaraan ajang tersebut, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas dan keramahtamahan demi nama baik daerah.

Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum LSM GELOMBANG, Lalu Moh. Syukri, dalam sebuah pernyataan pers yang disebarkan kepada awak media pada Selasa (22/9). Menurutnya, kehadiran ajang balap motor kelas dunia ini bukan sekadar perlombaan di atas aspal, melainkan momen bersejarah yang mengangkat harkat dan martabat seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat di kancah internasional.

“Kami menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Ajang ini bukan sekadar balapan, tetapi kebanggaan bersama yang memperkenalkan Lombok dan NTB ke mata dunia. Seluruh warga menjadi tuan rumah yang dihormati, dan nama baik daerah kita dipertaruhkan di hadapan jutaan pasang mata di seluruh benua,” ujar Lalu Moh. Syukri dengan tegas.

Bersatu Menyambut Tamu Dunia

Syukri memandang MotoGP Mandalika bukan sekadar urusan pemerintah atau pengelola sirkuit, melainkan milik seluruh rakyat Lombok. Karena itu, ia memanggil seluruh komponen masyarakat untuk berdiri bersama dalam satu barisan menjaga keamanan, ketertiban, dan keramahan selama perhelatan berlangsung.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga seluruh warga dari ujung utara hingga selatan pulau ini untuk bersatu menjaga keamanan, ketertiban, dan keramahtamahan bagi seluruh tamu yang datang. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Lombok mampu menyambut dunia dengan kedamaian yang tulus, senyum yang tulus, dan kebersamaan yang tak tergoyahkan,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa tamu yang datang ke Mandalika bukan sekadar penonton balapan — mereka adalah duta persahabatan yang membawa harapan, investasi, dan kemajuan bagi daerah. Menyambut mereka dengan baik berarti membuktikan bahwa Lombok adalah tanah yang damai, aman, dan layak menjadi tujuan dunia.

Persoalan Tetap Ada, Tetap Selesaikan dengan Musyawarah — Jangan Ganggu Perhelatan

Di sisi lain, Lalu Moh. Syukri juga mengakui sepenuhnya bahwa berbagai persoalan dan ketimpangan yang dirasakan masyarakat belum sepenuhnya tuntas. Sengketa lahan, pembebasan tanah, kesejahteraan warga sekitar, serta berbagai aspirasi yang belum terakomodasi tetap menjadi urusan yang mendesak dan wajib diselesaikan.

Namun, tegasnya, penyelesaian itu tidak boleh dilakukan dengan cara yang mengganggu perhelatan yang sudah ditunggu-tunggu ini.

“Persoalan yang ada tetap kita selesaikan dengan musyawarah. Jalan dialog tetap terbuka, hak rakyat tetap harus diperjuangkan, dan keadilan tetap harus ditegakkan. Tetapi jangan sampai perjuangan yang benar itu justru merugikan kepentingan yang lebih besar — manfaat yang akan dirasakan oleh generasi mendatang, oleh anak-anak kita, dan oleh seluruh masyarakat NTB,” ungkapnya.

Syukri menekankan bahwa mengganggu jalannya MotoGP sama saja dengan memadamkan harapan yang sedang dinyalakan. Persoalan boleh dituntaskan, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengorbankan citra daerah dan peluang yang datang bersama ajang ini.

“Jangan biarkan perbedaan dan ketidakpuasan sesaat membuat kita terpecah di saat dunia sedang memandang kita. Selesaikan persoalan di ruang yang tepat, di meja perundingan, dengan kepala dingin dan niat baik. Biarkan dunia melihat bahwa masyarakat Lombok adalah masyarakat yang beradab, berdaulat, dan mampu mengelola ketegangan dengan kedewasaan,” tambahnya.

MotoGP Sukses, Lombok Bangkit!

Di akhir pernyataannya, Lalu Moh. Syukri mengajak seluruh warga untuk mengubah semangat kebanggaan menjadi tindakan nyata: menjaga lingkungan, saling menghormati, tidak mudah terprovokasi, dan memastikan setiap tamu pulang dengan kesan yang indah.

“MotoGP sukses, Lombok bangkit! Bukan sekadar seruan — ini janji kita kepada diri sendiri, kepada para pendahulu, dan kepada anak cucu kita. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang membanggakan, sekaligus masyarakat yang adil dan beradab. Semoga langkah ini membawa berkah, kemajuan, dan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh rakyat Nusa Tenggara Barat.”

Hingga pernyataan ini disampaikan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola Mandalika maupun pemerintah daerah terkait seruan ini. Namun, respon masyarakat di media sosial mulai menunjukkan dukungan luas terhadap pesan persatuan yang disampaikan LSM GELOMBANG.( Lalu Suhaili )

Sumber :lalu Moh syukrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *