Bupati Serahkan 34 Alsintan kepada Enam Brigade Pangan”Forkopincam Siabu Dampingi Bupati,,
sergap24jam.com//
Madina-Sumut
Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, didampingi unsur Forkopimcam Siabu menyerahkan bantuan 34 unit Alsintan dari Kementerian Pertanian RI melalui Polbangtan Medan kepada enam Brigade Pangan di Kecamatan Siabu.Perbesar
Pada penyerahan Alinstan itu Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, didampingi unsur Forkopimcam Siabu Bupati menyerahkan bantuan 34 unit Alsintan dari Kementerian Pertanian RI melalui Polbangtan Medan kepada enam Brigade Pangan di Kecamatan Siabu.
Sinergi pemerintah kecamatan bersama TNI-Polri dalam mendukung penguatan ketahanan pangan kembali terlihat di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hal itu ditunjukkan melalui kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Siabu saat mendampingi Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, menyerahkan bantuan 34 unit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada enam Brigade Pangan.
Bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan tersebut diserahkan setelah kegiatan Tanam Serentak Pertanian Modern menggunakan metode PM-AAS di Desa Hutaraja, Kecamatan Siabu, Kamis (5/11/2026).
Dalam kegiatan itu, Bupati didampingi Camat Siabu, Danramil 12/Siabu, dan Kapolsek Siabu, Iptu A.J. Nasution. Kehadiran unsur Forkopimcam secara bersama-sama mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program pemerintah, khususnya percepatan modernisasi pertanian dan peningkatan produktivitas pangan di wilayah Kecamatan Siabu.
Dalam sambutannya, Bupati H. Saipullah Nasution menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI, khususnya Polbangtan Medan, atas perhatian dan dukungan yang diberikan untuk pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Mandailing Natal.
Menurutnya, bantuan Alsintan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong transformasi menuju sistem pertanian yang modern, efisien, dan berdaya saing.
“Kegiatan hari ini merupakan bagian dari langkah nyata untuk memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produksi pangan, serta mendorong transformasi pertanian yang lebih modern, produktif, efisien, dan berdaya saing,” ujar Saipullah.
Bupati berpesan agar seluruh Alsintan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal. Penggunaannya tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Brigade Pangan, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi petani lain di desa maupun wilayah sekitarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan dan pemeliharaan alat secara berkala agar bantuan pemerintah tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Buat jadwal servis alat sehingga lebih tahan lama. Alat rusak karena tidak dirawat itu dosa terhadap petani,” tegasnya.
Selain perawatan, Saipullah mengingatkan pentingnya pengelolaan Alsintan secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, pengaturan biaya sewa alat harus dilakukan secara jelas, termasuk peruntukan dana untuk kas brigade, pembelian bahan bakar minyak (BBM), serta biaya perawatan dan perbaikan.
“Uang sewa Alsintan harus jelas, untuk kas brigade, untuk beli BBM, untuk perbaikan. Jangan sampai jadi ribut,” pesannya di hadapan para petani dan unsur Forkopimcam.
Lebih lanjut, Saipullah berharap enam Brigade Pangan penerima bantuan dapat menjadi percontohan sekaligus pelopor pengembangan pertanian modern di Kabupaten Mandailing Natal.
Ia bahkan menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan penambahan brigade pangan apabila program tersebut berhasil dilaksanakan dengan baik.
“Kalau enam brigade ini berhasil, tahun depan kita minta 20 brigade lagi ke Jakarta,” ungkapnya.
Untuk memastikan program berjalan sesuai target, Bupati meminta Dinas Pertanian bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Pendampingan tersebut harus mencakup seluruh tahapan kegiatan pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga masa panen.
Ia juga meminta agar perkembangan program dilaporkan setiap bulan. Laporan tersebut harus memuat data luas lahan yang telah ditanami, luas lahan yang sudah dipanen, serta jumlah produksi yang berhasil diperoleh.
“Saya mau laporan tiap bulan, berapa hektare sudah ditanam, berapa yang sudah dipanen, berapa ton hasilnya. Kalau target 10 ton tidak tercapai, kita evaluasi bersama,” paparnya
Pada kesempatan itu, Saipullah turut mengajak generasi muda agar tidak ragu menjadikan sektor pertanian sebagai pilihan untuk berkarya dan mengembangkan usaha. Menurutnya, Mandailing Natal memiliki potensi sumber daya lahan dan sumber daya manusia yang besar untuk mewujudkan kemandirian pangan.
“Madina punya potensi besar. Kita punya lahan, kita punya petani hebat, sekarang kita punya alat modern. Tinggal satu yang kita butuhkan, disiplin dan kerja keras. Mari kita jadikan Siabu ini sebagai awal Madina swasembada pangan,” pungkasnya.
Adapun 34 unit Alsintan yang diserahkan terdiri atas enam unit traktor roda empat, enam unit crawler, dan 22 unit pompa air. Seluruh bantuan tersebut didistribusikan kepada enam Brigade Pangan di Kecamatan Siabu, yakni:
Brigade Pangan Merah Putih, Desa Hutaraja.
Brigade Pangan Aek Kalombu, Desa Simangambat.
Brigade Pangan Tani Bersinar, Desa Bonan Dolok.
Brigade Pangan Tani Jaya, Desa Bonan Dolok.
Brigade Pangan Sri Tani Farm, Desa Huraba I.
Brigade Pangan Tangga Bersama, Desa Tangga Bosi I.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung aman dan tertib serta disambut antusias oleh para petani. Pengamanan kegiatan turut melibatkan personel Polsek Siabu dan Koramil 12/Siabu.
Dengan adanya bantuan tersebut, enam Brigade Pangan di Kecamatan Siabu diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian, meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani, serta menjadi motor penggerak pengembangan pertanian modern. Sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh, dan kelompok tani diharapkan semakin memperkuat upaya mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan di Kabupaten Mandailing Natal.
( HH ).

