DBD Serang Warga Teluk Sasah, Gerakan Masyarakat Bintan bagian Utara Desak Fogging dan Perhatian Serius Dinkes
Bintan // Sergap24jam. Com – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) meresahkan warga Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah warga dilaporkan terpapar penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Situasi ini memicu reaksi dari Gerakan Masyarakat Bintan Bagian Utara,Mereka mendesak langkah cepat dari pemerintah dan kepedulian dari pihak industri di sekitar wilayah tersebut
Ketua Gerakan Masyarakat Bintan Bagian Utara, Syamsuddin AT meminta PT BIE Lobam yang beroperasi di kawasan industri Lobam untuk tidak tutup mata terhadap kondisi kesehatan warga sekitar.
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti peran PT Pertamina Tanjung Uban. Meski secara administratif berada di Kecamatan Bintan Utara, secara geografis dan sosial, wilayah tersebut sangat dekat dengan Teluk Sasah.

Walau beda kecamatan, secara kemanusiaan kita satu Bintan,Kami berharap Pertamina Tanjung Uban juga ikut peduli, karena jarak Teluk Sasah dan Tanjung Uban sangat dekat dan masih dalam satu kesatuan masyarakat Bintan bagian utara,tegas Syamsuddin AT, kepada media ini, senin(2/11/2026).
Desakan serupa disampaikan Wakil Ketua Gerakan masyarakat bintan bagian utara ,M. Razali Lubis Ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan segera mengambil langkah cepat dan terukur.
Menurut Razali, penanganan DBD tidak cukup hanya dengan imbauan, melainkan harus dengan aksi nyata di lapangan.
Sementara itu, Humas Gerakan masyarakat Bintan bagian Utara,Pak Cik Norman,yang juga tokoh masyarakat yang dituakan di Perumahan Lobam Mas Asri, menekankan pentingnya tindakan darurat berupa fogging.
Dengan adanya beberapa warga Teluk Sasah yang terkena DBD dalam beberapa minggu ini, kami meminta agar disiapkan obat fogging atau pengasapan. Penyemprotan insektisida ini bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab DBD,ujar Pak Cik Norman.
Ia menilai, fogging menjadi langkah krusial untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk dewasa, sembari dibarengi gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri oleh warga.
Lebih jauh, Gerakan Masyarakat Bintan Bagian Utara berharap Dinas Kesehatan tidak hanya berhenti pada fogging. Kehadiran langsung di tengah masyarakat dinilai jauh lebih penting.
Mereka meminta Dinkes Bintan melakukan sosialisasi, penyelidikan epidemiologi (PE), pembagian bubuk abate, serta mengaktifkan kembali peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap RT/RW.
Dinas Kesehatan harus hadir. Jangan tunggu korban bertambah. Lakukan edukasi PSN 3M Plus, periksa jentik, dan pastikan Puskesmas Seri Kuala Lobam siaga menerima pasien dengan gejala DBD,tegasnya.
Gerakan Masyarakat Bintan Bagian Utara berharap sinergi antara industri, pemerintah daerah, dan masyarakat segera terwujud agar wabah DBD di Teluk Sasah tidak meluas.( Ham. K. /M.Arfan )

